Monosakarida
7 Agustus 2020 15.10
Muhamad Akbar Saputra
XII.4 [15]
18.64.08990
SMK SMAK Bogor
---------Kimia Organik 07/08/2020

Karbohidrat merupakan senyawa polihidroksi keton atau polihidroksi aldehyde.Karbohidrat dapat ditemui dibanyak tempat dan hal seperti nasi , tumbuhan dan lain-lain seperti fruktosa , glukosa dan sebagainya .

Karbohidrat dapat diKlasifikasikan menjadi 3 bagian :
1. ) Monosakarida (Monoscharides) , yaitu bagian terlecil dari karbohidrat yang tak dapat dipecah
2. ) Oligosakarida (Oligosacharides) , yang memiliki 2 sampai 10 kumpulan glukosa kecil. Untuk 2 : disakarida (yang paling populer karena sering ditemui disekitaran kita) , 3 : trisakarida dan seterusnya
3. ) Polisakarida (Polisacharides) , yang memiliki lebih dari yang dimiliki oligosakarida

Polisakarida dapat dipecah menjadi oligosakarida dengan hidrolisis air ,
Oligosakarida dapat dipecah menjadi monosakarida dengan hidrolisis air, namun monosakarida tidak dapat dipecah lagi karena sudah merupakan bagian kecil dari pemecahan karbohidrat.


Monosakarida dapat diklasifikasikan berdasarkan functional grpupnya sebagai
• Aldose (Aldehyde)
• Ketose (Ketone)

Monosakarida juga dapat diklasifikasikan berdasarkan banyaknya karbon dalam strukturnya seperti :
• Triose
• Tetrose
• Pentose
• Hexose

Untuk menklasifikasikan Monosakarida dapat digunakan penggabungan 2 Faktor tersebut seperti :
- Aldohexose

Reaction of Monosacharides

Monosakarida memiliki 2 macam OH
- Reguler (character & Rx umum)
- Anomeric OH (Hemiacetal part; be High Reactive)

Monosakarida selalu dalam keadaan setimbang antara karbon anomeric dan numeric carbon nya sehingga dapat memungkinkan 3 reaksi
- Rx of Hemiacetal
- Rx of Hydroxy groups
- Rx of Carbonyl groups



1.)Rx of Hemiacetal = Glycoside formation & Glycoside Hydrolisis
A. Glycose formation (pembentukan glikosida)
-Rx antara OH anomer dengan Alkohol lain menghasilkan OH yang beralkyl atau ROH menjadi ROR (+H)
-Ada hasil 2 Stereoisomer karena ada Mutarotasi
-Dihasilkan H2O juga
Example: α-D-glucose + CH3OH -(+H)->β-D-glycoside dan α-D-glycoside

B. Glycoside Hydrolysis (+H2O troos)
-Penguraian pada glikosida menjadi penyusunnya kembali
-Karena Mutarotasi, hasil juga ada 2 macam

2. )Rx of Carbonyl Group
+Oxidation
+Reduction

A. Oksidasi (aldose maupun ketose)
Aldonic acid -> Uranic acid -> Aldaric acid

Aldonic acid
Gugus aldehyde menjadi gugus karboksil
Hemiacetal dan Haworth projection
Hemicetal cam be produced when Carbonyl group meet Hidroxy with Acid catalyst. Hemiketal dapat dikatakan sebagai gugus yang memiliki karbon kiral yang berikatan dengan gugus hidroksi dan karbonil.

Menuryt Mekanisme pembentukannya, dibagi menjadi 3 Tahap yaitu Protonasi, Nucleophilic dan Deprotonation.
1. Protonasi
Disini ,O berikatan dengan H dari katalis Asam dan membuat ikatan rangkap dua O dengan C berkurang menjadi satu ikatan dan C memiliki muatan positif (+)

2. Nucleophilic
Karbon kiral yang bermuatan positif berikatan dengan R-O-H pada 'Nucleophilic attack' dan menghasilkan ikatan O yang berikatan dengan H sehingga memiliki muatan positif (+)

3. DeProtonation
Oksigen yang berikatan dengan H+ melepaskan H+ nya dan menjadi Netral kembali, H+ bertemu A- dari hasil katalis asam sebelumnya sehingga membentuk katalis asam kembali.


Jika Hemiacetal dibuat dari Aldehyde, maka akan membentuk struktur dimana terdapat karbon kiral ditengah yang berikatan dengan R dan H serta OR dan OH, hal tersebut dinamakan Anomeric carbon.


Pada struktur seperti Monosakarida, gugus Aldehyde dan Hidroksi terletak pada gugus yang sama, maka terjadi siklisasi intra-molekuler dari senyawa hidroksi karbonil untuk membentuk senyawa Hemiasetal yang berbentuk Cyclic



Pada Haworth projection, Cyclic Hemiacetal merupakan backbone nya

•Kebanyakan AldoHexose (exm: glucose) membentuk six-membered ring ( Pyran)
•Namun, AldoTetrose, AldoPentose, dan • Ketohexose membentuk five-membered ring ( Furan )


senyawa Hemiasetal dapat diproyeksikan dengan Haworth projection dengan 2 Stereoisomer

Peraturan dalam Haworth projection meliputi:
1. Menggunakan sistem penomeran searah dengan Jarum jam
2. Tidak merotasikan Secara vertikal maupun Horizontal karena dapat mengacaukan ilustrasi molekuler senyawa secara 3 Dimensi
3. Mengikuti ' Down-Right Rule '
4. Menyebutkan nama cincin

Amina
Organic Chemistry XII (4)
Muhamad Akbar Saputra 186408990

Amine I
Amine is a Organic compounds and functional group that contain a basic Nitrogen Atom with lonepair electron

Key : base, lonepair (asam basa leuwis)

Amine is derivative from ammonia while one or more oxygen atoms have been replaced by a substitutuent such as an alkyl or aryl group.

N mengikat H by covalent bonding pada Energi paling rendah agar stabil.

Amide ≠ base as amjne
Compound w/Nitrogen atom attached to a Carbonyl group of structure are called Amide
And have different Chemical properties from amine

Example
Anlinie, Amphetamine, and N methyl

Thoose called alkaloids which can effect sistem saraf just like Nicotin, Heroin, Amphetamine etc


Amonia has not plannar triangle, more like tetrahedral which there empty for PEB with 107.8° side to side.
Organic Chemistry 12.4/02/10/2020

Muhamad Akbar Saputra [15/186408990]



Amine III : Preparation and Nomenclature



A.)Nomenclature of Amine

1. )Homocyclic ( N diluar)

- Aromatic : biasanya.Terikat Benzena contoh:Anilin,phenilamin dll

- non Aromatic : Cyclo+jumplahC+amine contoh: Cyclopentanamine dll

2. )Heterocyclic ( penomoran nya melewati dari nomor terkecil) (N didalem)

-Aromatic : Pyriline(5),Pyridine(N1,6),Pyrimidine(N2,6)

-nonAromatic : Pyrolidine(5),Pyperlidine(6)



B.) Preparation of Amine

# Substitusi, #Reduksi, #Tata ulang Amida

1. )Substitusi

a.) Nucleophilic substitution

Membutuhkan Nitrogen nucleophilic dimana berikatan dengan H dan memiliki PEB sehingga starting matetialnya perlu yang memiliki bahan tersebut

Ammonia->1->2->3->Ammonium ion

Sumber Nitrigen biasa : NH3, jika sumber Alkyl nya CH3Cl maka menghasilkan CH3NH2 dan seterusnya sampai Quartery Ammonium Ion

Namun, ada problema :

•Tidak pure produk, adanya sisa reagent karena lambatnya waktu reaksi

•Hasil Nucleophilic product bereaksi dengan Reagent menghasilkan produk lain sehingga maksimal didapat primary 45% itu pun Sumber Alkyl berlebih dan penambahan basanya ditunda.
b.) Ftalimide Gabriel Reaction
NH3 dapat direplace oleh Kalium Ptalamide untuk menghasilkan pure 100% primary product
2. )Reaksi Reduksi
a.) Nitro group
Nitrobenzene ---Fe, HCl, NaOH-->Aniline (primary Amine)
b.) Amide group
Katalis:LiAlH4,H2O/H+
"hanya menghilangkan Oksigen"
c.) Nitrile group
C---N dengan Katalis LiAlH4 dan H2O/H+ menghasilkan Amine dengan H dan ikatan 3 rangkap direplace NH2 dengan 1 rangkap saja
d.) Aldehyde x Ketone
Hanya mengganti O rangkap 2 dengan NH2 rangkap 1
3. )ReArrangement of Amide (hanya bisa primary)
dari Amida dengan Br2 OH-dan H2O menjadi Amina dan Karbonil hilang menjadi CO2
Amida
Triglisarida
Muhamad Akbar Saputra | 15.XII.4/186408990
15/02/2021 21:07 , revised on 22 February 2021 22:54

Trigliseride ( Also known as : " Triacylgliserol " )
Is triester that can produce glycerol and 3 molecules of Fatty acid upon Hydrolysis

Based on Fatty acid side chain:
I . Simple Fatty acid
is composed from 3 Identical Fatty acid ( same on every R)
II . Mixed Fatty acid
is composed from 2 or 3 Different Fatty Acids (some of R are different each other)

Based on its form,it can be devide to classified as:
- Fats
• Have higher melting point
• Solid on room Temperature
• Higher percentage of Saturated Fatty Acid
- Oils
• Have Lower melting point
•Liquid on room Temperature
•Higher percentage of unSaturated Fatty Acid

-----so, for conclusion... : "As the Number of Double bond Increase, it affect of Melting point Decrease". (As it for fatty acids constituents as well)
-------------------
Oils examples
Olive oil from Oleo europa
Palm oil from Elaeis Quineensis
Composed by Fatty acid :
C10 : 6%
C12 : 0,2% ;
C14 : 1,1% ;
C16 : 44% ;
C18 : 4,5% ;
18'1 : 39,2% ;
18'2 : 10,1% ;
18'3 : 0,4% ;
Coconut oil from Cocos Nucifera
Composed by Fatty acid :
C8 : 6% ;
C10 : 6% ;
C12 : 44% ;
C14 : 18% ;
C16 : 11% ;
C18 : 6% ;
18'1 : 7% ;
18'2 : 2% ;
Soybean oil from Glycine max
Composed by Fatty acid :
C16 : 12% ;
C18 : 2% ;
18'1 : 24% ;
18'2 : 54% ;
18'3 : 8% ;
Corn oil from Zeamays
Peanut oil from Arachis Hypoghea
Cottonseed oil from Goosypium
Composed by Fatty acid :
C14 : 1% ;
C16 : 4% ;
C18 : 3% ;
18'1 : 18% ;
18'2 : 53% ;
Sesame oil from Sesamum Indium
Linseed oil from Linum usitassinium
Sunflowerseed oil from Helianthus annuus
Rapeseed oils from brastica rapa




Chemical Properties
# Hydrolysis ~> Split with water in the presence of either acid or an enzyme Yields glycerol and three fatty acids

# Hydrogenation (hardening) ~> The double bonds react with H2
W/ transition metal catalyst a liquid oil to a solid fat
examples :) margarine preparation from vegetable oils

# Oxidation
• Polyunsaturated oils tend to react by autoxidation
• React with oxygen by a radical process
• result is hydroperoxide
• effect : oil become rancid (tengik)
> oxidation occurs on allylicj carbon
!!! Not a single reaction only , it complex series of reaction...here how to check Oxidation
i.) PV (Peroxide value) is to check Primary oxidation processes in oil mainly form hydroperoxides, the lower PV the better oil..
ii.) AV (Anisidine value) is a good way to measure secondary oxidation products , should be used together with a primary test like PV, the lower AV the better oil..
iii.) Totox value : overall oxidation state of oil (PV and AV) ndicated by totox value
iv.) Acid Value : how much fatty acid there?
v.) TBA V (Thibarboturic value) : to investigate secondary oxidative aldehyde products, usually in PUFA. but is unsuitable for complex food and biological systems.
* note: The test is not specific and can interact with other non-oil minor components (ie:DNA,sugars,etc...)
vi.) Iodine Value (Iodine Absorption value/iodine Index/Iodine number) : to measures the number of reactive double bonds present in an oil. higher IV , it more harder to protect from oxidation.

!!! How to prevent from Oxidation?
• Temperature (lower is better)
• Oxigen exposure (from air , close package is better)
• Light(UV) ( far from light to prevent oxidative degenerative cascade)
• Moisture (if posible, water inside is less than 0.2%)
• Transition metals ( change equipment to prevent it from pro-oxidant factor)
• Antioxidant(AOX) (add to slow down the rate at which oxidation occurs.) ie : Tocopherol (vitamin E) ; Carotenoids ;Synthetic (ie BHT- butylated hydroxytoluene ,BHA - butylated hydroxyanisole ,TBHQ - tert-Butylhydroquinone , Propyl gallate ) ; Ethoxyquin ; Natural extracts (Flavonoids,Rosemary and spice extracts, Tea catechins,Seaweed );Phospholipids; Retinol (vitamin A) ;Preventive AOX (Citric acid, phosphoric acid, ascorbic acid (vitamin C), ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA), uric acid

# Sapoonification
~ Hydrolisis by Strong bases , spliting to glycerol and mixture of salt and fatty acid (salt of fatty acid is soap)
- Sodium soap ( ordinary hard soap)
- Potassium soap ( soft soap )
- Castile soap ( sodium soap of olive oil)
- Green soap ( mixture of sodium and potassium linseed oil )
- Transparent soap ( contains sucrose )
- Floating soap ( contains air )
- Calcium and magnesium soaps are very poorly
water soluble (hard water that why became insoluble soaps)




Fatty Acid Analysist methode
1. Acid value
2. Sapoonification Number
3. Peroxide Number
4. Iodine Number


# Acid value
mg KOH to Neutralize 1 g Fatty acid , it can be calculated by (AV=(mLKOH x N x 56) / sample weight= mg of KOH)
Maximum free fatty acid contained in a good soybean oil is 0.05% which average MR of Fatty acid is 280 same as Molecular weight of Linoleic acid.

# Sapoonification
mg KOH to Neutralize 1 g Fatty acid
Mr Tricaprylin : 450 , Mr Tristearin : 890
In one gram of sample, Tricaprylin is more few than Tristearin, so... Less KOH required to sapoonify Tristearin than to fully sapoonify Tricaprylin.
! Avogadro Numb : 6.02*10^23/mol
1 mole TG need 3 mole KOH to sapoonify, which Corealation : " SN = 168000/ Molecular Weight of Trigliseride " , MW there is average Molecular wight for all possible trigliseride .

# Iodine Number (ease of autooxidation) ~> gram of Iodine absorved by 100 g Oil/fats , how much double bond reactive?
Drying process easyness = more unsaturated oil. important apply for paint and varnishes
Oil devided onto Drying (IV>150) , Semidrying(125-150) and NonDrying oils (IV<125)
By calculate with Molecular weight, Double bond number revealed (double bond = (IN x MR trigliseride) / (2 x 127 x 100 ) )

Oil defined as it Composed from
- Oil Composed of Triglyserides . examples : Palm oils,...
- Oil Composed of Terpenes . examples : Clove oils,...
- Oil Composed by Hydroxarbon. examples : Petroleum oils,...

Protein

Muhamad Akbar Saputra [15.XII4]|| 186408990

PROTEIN part I

Protein merupakan susunan makro molekul Plimer dalam tubuh yang disusun dengan rantai polipeptida antar molekul asam amida.

Struktur Protein dapat dibedakan menjadi 4 Jenis , dengan kata kunci 'folding'atau lipatan.

1. Protein primer
Yang jarang ditemukan langsung secara alami tanpa sintetis biomelekul dalam tubuh. Merupakan protein tanpa Interaksi lain selain ikatan polipeptida. Permisalannya seperti tali panjang

2. Protein Sekunder
Merupakan protein dengan ikatan reguler yang mana ikatannya sistematis atau teratur.
Pembentukannya disebabkan ikatan hydrogen antara parsial positif Hidrogen di NH milik Amida dan parsial Negatif Oksigen di COO sehingga menyebabkan asam amino satu sama lain berdekatan .
α Helix [regangan 0.54nm] terjadi ketika teratur dekat misal 1-4 , 2-5 , 3-6 ... Ada pada protein membran struktural seperti otot, rambut. Kolagen dan sebagainya...
β sheet [regangan 0.7nm] terjadi ketika hubungannya panjang, dapat dibaca "Parallel" dengan 'U-turn' nya ataupun "Anti-Parallel" dengan 'Looping section' nya . Biasanya ditemukan pada Enzim, Hemoglobin dan Antibodi nya.

3. Protein Tersier
Seperti sekunder namun dengan Variant Interaksi Side-Chain yang beragam, Bisa Kovalen sulfida, Ionic Asam-basa , Interaksi Hidrogen parsial dan lain-lain.
terbentuk Irregular Folding yaitu ketidak teraturan ikatan satu sama lainnya karena begitu banyaknya Interaksi terjadi.

4. Protein Quantener
Bentuk lebih luas dari Protein tersier tanoa dihubungkan oleh ikatan Hidrogen/Vanderwaal semata yang menandakan telah dibedakan menjadi 2 molekul berbeda. Dengan Struktur yang sangat ' acak dan berantakan' didalamnya dan bisa melebihi 2/lebih Protein tersier (berbeda rantai polipeptida).

Muhamad Akbar Saputra XII-4 186408990 15 Organic chemistry : Bond

Ini menentukan lipatan dari struktur protein tersebut sebagaimana Klasifikasi Lipatan protein sebelumnya. protein primer sebagai protein tanpa lipatan Jika terdapat ikatan hidrogen antar gugus Amida dalam rantai polipeptida dengan beraturan maka terangkai secondary protein Jika tidak, terangkai tertiary protein dengan strukturnya yang berantakan meliputi interaksi gugus thiol,ikatan kovalen disulfida, ikatan hidrogen dan lain sebagainya. dan bila terdapat lebih dari
1 rantai polipeptida dalam molekul maka protein tersebut merupakan quartenery protein. Bond,
*peptidebond
*Hydrogenbond
*Saltbridge /Ikatan ion yang menghubungkan2 rantai *DisulfideBridge /Ikatan kovalen...
*Vanderwaals Interaction (bila tak dapat membentuk selain ke4 sebelumnya)

*Hydrophobic Interaction => berhubungan dengan Polar/nonpolarnya protein


1. Ikatan peptida
Terbentuk antara 2/lebih asam amino dengan melepas molekul air.dengan ikatan kovalen, membentuk gugus Amida. (reaksi kondensasi) <=dapat diputus dengan reaksi Hidrolisis (kebalikan reaksinya) ++| Senyawa Amina Nucleophilic berPEB mampu membentuk interaksi kovalen koordinasin dengan Karbonil parsial positif . Dikarenakan adanya katalis Enzim ribosom, Nucleophilic tersebut tidak cenderubg pada Ion positif Nitrogen(ingat asam-basa lewis) Ketika jenis asam amino memiliki R tertentu (polar/non) maka Arah side chain otomatis menyesuaikan diri (searah/tidak) yang kemudian berkorealasi dengan interaksi hidrophobic.

2. Ikatan Hidrogen .
Ikatan yang terbentuk dari Hidrogen parsial positif dengan O parsial Negatif. H berikatan dengan X ber Elektronegatifitas tinggi sehingga nilai nya Elektronegatifitas nya jauh,memisah part (+) dan part(-) disekitar atom. Ikatan hidrogen digambarkan garis putus putus. Umumnya semua asam amino mampu membentuk ikatan hidrogen (karena monomernya bergugus amida) .Namun, side chain nya yang bervariasi memngakibatkan timbul 3 jenis ikatan hidrogen (a-c, c-c, a-a)
3. Saltbridge .
Merupakan ikatan ion atara asam dan basa . /seperti glutamic acid-Lysine namun, tak sekuat pada senyawa bebas. Karena merupakan pembentukan dari asam-basa lemah, maka ia dapat terhidrolisis parsial. *terbentuk jika Asam basa antar Sidechain bertemu
4. Ikatan (Kovalen) Disulfide bridge Thiol - Thiol (Cystein) melepas hidrogen pada Oksidasi menyebabkan terbentuk S=S,Reduksi memutuskannya (fibeeikan H) biasanya sangat kuat dan stabil, seperti pada rambut. (rambut bercabang??) misal carotene
5. Vanderwaals Interaction
Merupakan terlemah, dimana (+) dan (-) nya dipole sementara / dipole terinduksi (banyak e- berotasi pada inti atomnya akan keluar pada sepersekian detik membuat adanya peluang iktan itu) , ini akan netral jika sendiri namun berbeda bila ada atom lain mendekati molekul itu dn terbentuk ikatan sementara.terinduksi bila ada contoh parsial positif lain yang berinteraksi. Agar lebih mempertahankan strukturnya.(lebih stabil)
6. Hidrophobic Interaction
Terbentuk dari sifat Lingkungan yang hadir ketika Polaritas menrntukan lipatan hingga luar dalam nya.

Klasifikasi protein Berdasarkan bentuk molekulnya
A. Fibrous, berbentuk sepweti serat
- Terus betambah besar/Exrend
- Tak larut dalam Air/Lipid bilayer - 2nd structure nya 1 tipe saja
- 3rd structure nya jelas bukan 4th - Elastis (by Elastine), distabilkan ikatan disulfide @Stabilizing

B. Globular.
Kebalikan Vibrous
- Compact / tetap structural'nya, seperti Enzim - Soluble, Karena Functional.
- 2nd biasanya Kompleks/Campuran
- Quartrner dihubungkan nonCovalen(ion) u/ menambah kelarutan dalam air
- fungsi di segala aspek metabolisme. Contoh, globulin, hemoglobin


Klasifikasi protein Berdasarkan penyusunnya.
1. Simple protein (hanya asam amino) conyoh histone (u/ menggulung DNA/Transcription), krotamin dalam sperma.
2. Protein terkonjugasi, tak hanya asam amino, seperti Lipidprotein, Glycoprotein(membran),Nucleprotein(membentuk Ikatan RNA/DNA),... Etc...
3. Derived protein/Turunan yang sudah mengalami perubahan tertemtu karena perubahan kimiawi, pemanasan, fisika enzimayis... Seperti : Protein TerDenaturasi(PutihTelor goreng) ----------------------------------------------------------------

Muhamad Akbar Saputra XII.4 | 186408990
Protein Function

Renaturasi - menstrukturkan kembali hasil deNaturasi namun tertutup panda kenyataannya
Apabila Struktur kompleks 3D protein dipanaskan sebelum terhidrolisis maka Interaksi antara dan dalam sidechainnya terbuka;
Koagulasi ± deNaturasi metode Enzymatis misal : protein kasein susu + enzim yang berasal dari bakteri.
Titik didih senyawa hasil koagulasi menurun karena sedikitnya Interaksi sesamanya.



?1 Fungsi Struktural protein. Cirinya tidak larut dalam air dll..
Sebagai pembentuk tubuh/jaringan
Contoh : Kolagen dan Elastin

?2 Fungsi fungsional
Berguna menurut jenis khas tertentu. Cirinya globural yang larut dalam air dll..
!> Enzim
Misalnya : Enzim (senyawa protein yang mengkatalisis reaksi secara enzimatis pada ligan(substrat)nya).seperti contohnya Tripsin (untuk hidrolisis polipeptida dulu)

Cara kerjanya : seperti "Pencetakan" , bekerja dengan Interaksi antara Enzim-Substrat nya (biasanya hidrogen/vanderwaal/kovalen...)
Dimana enzim-enzim bekerja berdasarkan bentuknya,maka Ligan yang bisa dikatalisis harus memiliki bentuk serupa (spesifik). Enzim tidak mengizinkan bentuk lain hasil produk suatu reaktannya.

!> Hormon (sang Instruktur)
Struktur protein untuk memberikan Informasi pada Tubuh untuk melakukan suatu proses tertentu. Misalnya [ Insulin : guladarah, Adrenalin : Suplai darah; Oksitosin : Kesuburan... ] lakukan pengaturan untuk menghindari 'kelainan' dari peran penting hormon.

!> Antibodi (immunoglobulin) / antiantigen
Keluarga protein yang menyesuaikan diri, bind ke hampir semua molekul.*vaksin mengajarkan tubuh bagaimana melawan bullyan virus. Dari kecocokan bentuk, mengenali kemudian didisfungsi. (±seperti senggol-kenal-bacok) baik dengan dibungkus, endapkan dan lainnya.
Karena bentuk seperti Y, dengan 2 'antigen-binding sites' di atas dan bagian bawahnya, biasa dipanggil ' gamma globulin'
Dalam strukturnya ,Looping section menghemat tempat, melebar saat aktif dan bersiap membungkus antigen.

!> Penyimpanan | Stroges
Protein yang bisa digunakan untuk tempat menyimpan suatu molekul spesifik san merilis ketika sudah dibutuhkan. Contohnya : Albumin (asam Amino)


!> Transportasi
Protein untuk mentransfer molekul spesifik dalam tubuh.
Misalnya dalam metabolisme , diperlukan Oksigen dari pernafasan dan ditransfer melalui Hemoglobin yang mana memiliki Fe (menjadikan Oksigen dapat ditampung).


---------sumber protein
Kasein / dalam Susu.untuk kelainan enzim, lakukan hidrolisis/denaturasi/koagulasi susu menjadi lainnya yang dapat dicerna.
Albumin / dalam putih Telur. Dan lain-lain...

---------Analisis Protein
/Qualitatif (Spesifik protein / Identifikasi)
1. Test uji buret : mengidentifikasi adanya Ikatan Peptida (indikasi protein = polipeptida) dengan CuSO4 ditambahkan pada sampel (biru ungu = (+) terbentuk secondary amida)
2. Elektrophoresis
Identifikasi asam amino dan protein tertentu dari migrasi net charge.
Menggunakan Instrumen call electrophoresisi fild.(untuk mruruskan)
Kecepatan menuju elektroda,gel-medium dan fase prtein dll

/Quantitaif
1. Metode Kjedahl
Mencari jumlah Atom Nitrogen dalam Protein. (3 langkah : Destruksi(Asam pekat), Destilasi(basa kuat), Titrasi.
Faktor konversi digunakan dalam mencari protein. Misalnya untuk protein tertentu .16% Nitrogen dalam Albumin berarti fk nya 100/16 = ±6.25 . (Ammonium sulfat=>Amonia(Hidrolisis parsial) =>tertampung, titar-kadar.
2. Analisis uji Biuret => u/Uji Ikatan polipeptida protein dengan CuSO4 (+ bila ungu biru)
3. Analisis elektrophoresis => u/Uji Identifikasi A. Amino dari spesifikasi migrasi net Charge.
--19 April 2021 / Selasa...
Aromatic Compound

OCXII - Aromatic compound
Muhamad Akbar Saputra 12.4

1. Perkenalan
Secara formal untuk mendeskripsikan zat pengharum seprti Benzaldehyde, Toluen dan benzen.
Kebanyakan mengacu oada senyawa yang mmemiliki anggota seperti benzene hexasiklik.
Kini, banyak ditemui pada esteron hormon steroidal (exp: Analgestic morphine)
Bantak obat sintetis adalah Aromatic dari bagian Antianxiety agent diazepem (Valium)

2. Penamaan
Senyawa Aromatic bisa tidak dinamai sistematis namun diakui IUPAC
Seperti contohnya nama umum Methylbenzene adalah toluene ,begitupula Hydroxybenzene yang merupakan phenol dan Aminobenzene berupa Aniline.
Untuk benzene monosubstitusi, penamaan sistematisnya seperti Hidrokarbon lainnya, digunakan nama benzene biasanya sperti Bromobenzene, propylbenzene dan lainnya .
*Arene merupakan benzene substitusi dinamai dengan ukuran grup alkil (yang mana 6 atau lebih kecil dari cincinnya dan dinamai benzen alkil substitusi) adapun untuk 7 atau lebih besar alkylnya dinamai phenyl substitued alkane atau alkane substitusi phenil
*Phenyl menggunakan -C6H5 dimana cincin Benzen dinyatakan sebagai substituent. (pheno =greek=> I bear light)
*Benzyl menggunakan gugus grup C6H5CH2-

Untuk Benzen terdisubstitusi,penamaan dengan prefix berdasarakan relasi dalam strukturnya : Ortho (1,2) , Meta (1,3) , Para(1,4) .
Untuk lebih jumlah substituent yang lebih dari 1, digunakan penomoran dai yang terendah kemudian diurutkan alphabet.

3. Aromatisitas
Sebagai senyawa tak jenuh benzene kurang reaktif dibanding tipikal alkene dalam reaksinya. Secara kuantitas, stabilitas benzen dilihat dari Hidrogenasi dan panas dan lebih stabil dari Cyclohexatriene. Benzen polar, stabilitas benze dari ikatan kovalen yang mudah tebentuk dengan struktur sigma bondnya ,Orbital dan orbital hibridisasinya menstabilkannya sangat kuat.
Menurut aturan heckle, suatu molekul dikatakan aromatis ketika ia memuluji bentik siklik, planar, terkonjugasi sempurna dan memiliki total elektron 4n +2p ( Erich Hückel ,1931). Karenanya, dapat dibedakan Aromatis, antiaromatis dan senyawa non aromatic.
*Senyawa Antiaromatic bersifat Reaktif,Siklik Planar, Terkonjugasi sempurna dengan 4n π elektron. (Cyclobutadiene misalnya.... )
*Senyawa nonAromatic dengan sifat Alkene merupakan komponen dengan kekurangan 1 atau lebih syarat Aromatisitas. (seperti Cyclooctatetraene )

4. Heterosiklik
Komponen heterosiklik dapat berupa Aromatic, dengan syarat ia merupakan komponen siklik dengan memiliki 2/lebih elemen berbeda dalam cincinnya, biasanya karbon dengan Nitrogen, Oksigen atau Sulphur. Seperti Pyridine, Pyrimidine, Pyrole, Imidazole.dengan catatan : elektron pi dalam senyawa Organik dapat berupa doublebond, atau lonepair tapi elektron dihitung salam Aturan Huckle yang beresonasi...
5. Polisiklik
Konsep umum ke Aromatisitas dapat meluas termasuk pada senyawa Polisiklik seperti pada Napthalene,Coronene, Antracene, dan Benzo[a]pyrene
6. Reaksi
Dapat terjadi Substitusi Aromatic Elektrophilis
Ketika Elektrophile (E+) beraksi dengan sebuah cincin aromatic dan substituen untuk (menggantikan) satu hidrogen nya .(umum untuk senyawa Aromatic, biasa untuk uji aromatic ) . Bisa berupa Halogen, Nitro, Acyl, OH-dan, Cl-dan sebagainya.
Halogenisasi Aromatic : misalnya
- Br2 + FeBr3 => FeBr4 + Br-
- Br- masuk ke Benzene ring, menempel di salah satu atom siklik.
-hasilnya juga HBr dan FeBr3...
Nitrasi Aromatic dan sulfonasi Aromatis.
• dengan campuran Asam Nitrat dan sulfat pekat,Elektrophil nya merupakan Ion Nitronium dari HNO3 (protonasi dari Air) .
Reaksi melibatkan Ion Nitronium dengan bnexen membentuk intermediet karbon dan sedikit H+ menghasilkan produk netral dari subtituen Nitrobenzen .
Misalnya mengubah Nitrobenzen menjadi Anilin.
Alkylasi Aromatic (hanya alkyl halida) dengan elektrophile berupa carbokation berdasarkan Alkilasi Friedel-Craft yang digenerasikan AlCl3 yang membantu disosiasi sebuah Alkyl halida .(lurus mengikat cincin benzen murni) .
Acylasi Aromatic dengan Asam Karboksilat klorida dan kehadiran AlCl3 dengan prinsip serupa dengan Alkylasi.
Hidroksilasi Aromatic menentukan jalan alternatuf dimana hidroksilasi benzen dilakukan dengan jalur reaksi garam diazonium .[ Benzen, Nitrobenzen, Anilin, Garam Diazonium, Phenol.
Berlaku pula Oksidasi dan Reduksi senyawa Organik.

7. Sintetis organik
Merupakan kombinasi reaksi reaksi yang digunakan sebagai basis dalam mensintesis senyawa organik.Baik untuk keperluan modifikasi obat (farmasi) , sintetis baramg lebih ekonomis di Industri Kimia maupun mekanisme enzim untuk keperluan laboratorium biokimia dan lain-lain alasannya.
Dimulai plaling, menentukan multistep sintetis komoleks molekul yang diperlukan dan bekerja teratur backward untuk mendapat starting material dalam langkah. Selain itu, dilihat oula kemungkinan prosuk intermediet, dan kemungkunan yang terjadi dalam pengerjaanya


Senin 26 April 2021
Muhamad Akbar Saputra 05072021Senyawa Aromatik
Penyebutannya terhadap komponen kimia dengan sifat mirip Benzaldehid,Toluena, dan Benzen yang biasanya memiliki Aroma tertentu.

Keberadaan senyawa ini begitu besar di alam sebagai bentuk hormon esteron steroid semisal analgestic morphene.
Adapupa obat sinteis seperti Diazopam/Valium sebagai obat anti Anxiety.

Tatapenamanny tak begitu sistematis meskipun dibolehkan IUPAC semisal MethylBenzene biasa dipanggil Toluen, Hydroxy benzene untuk menyebut Phenol, dan sebagainya.

Untuk penamaan bersubstituentnya, mengikuti aturan substituent+benzene/sejenisnya .terutama untuk monosubstituent, contohnya adalah chlorotoluene bisa juga dinamai chloromethylbenzene.
Untuk benzene yang mengikat alkyl, rantai utamanya ditentukan dari substituent yang menempel di benzene itu(biasa disebut Arene), untuk alkyl dengan 6 atau kurang dari itu ,alkyl tersebut disevut sebagai substituent dari benzene yang mengikatnya namun jika lebih maka phenylsubstituent Alkene.
(Lihat pula mana C@ yang berikatan )Disubstituent
- ortho jika 2 substituent bersebelahan /o-
- meta jika diselangi 1 c /m-
- para jika berseberangan / p-

Jika lebih dari 2 substituent,
Perioritaskan lah gugus utama dan penomoran dengan cari regang terkecil barulah kemudian di namai berdasarkan abjad.
Contoh : 4-bromo-1,2-dimethylbenzene a.k.a 4-bromo-o-xylene.#Aromatisitas
benzen bersifat tak jenuh namun dengan 3 ikatan rangkap 2 ia lebih stabil dibanding tipikal alkene sejenis. Hal tersebut dikarenakan adany ikatan phi denga elektron yang sulit ditemukan karena berpindah-pindah (resonansi) dimana+- disebabkan hibridisasi di bidang plannarnya yang melibatkan overlaping antar ikatan p yang saling terhubung dan orbital tegak satu sama lain,menyebabkan elektron lebih bebas berpindah pindah.Selain benzene masih ada senyawa aromatik lainnya untuk itu ,ada aturan Huckle yang rumusan nya:
Disebut Aromatik bila siklik,plannar,terkonjugasi penuh dan memiliki 4n+2 elektron phi, sifatnya stabil.
Disebut AntiAromatik bila siklik,plannar,terkonjugasi penuh dan memiliki 4n elektron phi, sifatnya reaktif.
Adapun non Aromatik bila syarat-syarat tersebut tak terpenuhiAromatik Heterosiklik tak jauh berbeda dengan benzen,elektron dalam PEB dihitung bila ada overlapping. contohnya bisa dilihat pyridin,pyrol dan ImidazolAronatik lebih sulit diadisi.tapi Aromatik dapat disubstitusi melalui penambahan Elektrophile.
Substitusi Halogenasi pada Br dan Cl memakai katalis FeCl3 atau FeBr3 untuk membuat E+ kemudian akan bereaksi dengan Benzene membentuk halogen benzen,adapun pada Iod menggunakan katalis Cu2+ dengan reaksi serupa.

Substitusi Nitrasi membutuhkan NO2+ dari hasil reaksi HNO3+H2SO4 untuk membentuk Nitrobenzen

Substitusi Sulfonasi
Menggunakan Asam sulfat pekat yang dapat melepas gas SO3 yang menjadi SO3H+ dan berikatan dengan Benzen

Substitusi Alkylasi membutuhkan karbokation,melalui reaksi friedl craft dapat dilakukan dengan penambahan Katalis AlCl3 . (Cukup sulit pada aryl atau vinylik). (Letak berikatannya pindah dari C alpha menjadi C betha).
Substitusi Asilasi serupa dengan Alkilasi.

Adapun Substitusi Hidroksilasi sulit dilakukan secara langsung kimiawi di lab.namun,dapat diakali dengan merubah benzen)nitrobenzen)anilin)garam diazonium)phenolMemasukan benzen tersubstitusi dengan substitusi lain dapat dilakukan ,jika berhidroksi sebelumnya maka akan berproduk ortho 50% dan para 50%, namun jika yang ada sebelumnya COH layaknya benzaldehyde maka produk mayor dihasilkan ialah meta.

Oksidasi dapat dilakukan dengan dengan penambahan pereaksi KMnO4 atau Na2Cr2O7 yang menghasilkan Ar ber Karboksilat